Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Februari 2011

Mata Hati

Penulis :  Hakim Prakoso
Hakim on Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=100000599642403
. . .
Hidup seakan buta tanpa mata
Tiada terang penglihatan karena mata yang buta
Hidup terasa gelap karena mata yang indah sudah terasa buta
Tanpa sebuah harapan nyata ketika semuanya telah gelap dalam kebutaan sebuah mata

Sunyi, hambar, tiada gairah melihat apa yang seharusnya dilihat oleh kedua mata
Tiada pasti, tiada yakin dengan apa yang didengar oleh telinga dan tanpa kedua mata
Tapi kaki tangan dapat berjalan dan meraba tanpa sebuah mata
Keindahan yang seharusnya dapat dilihat oleh kedua mata kini tak dapat dilihat karena mata telah buta

Rasakan apa yang kau rasa walau tiada mata, karena mata bukanlah mata satu-satunya dari setiap mata
Ada mata kedua, sosok tubuh yang punya mata
Itulah mata hati

Jumat, 04 Februari 2011

Cipta

 Judul  : Cipta
Oleh    : Ahmad Doni Meidianto



Kreasi
Imajinasi
Ambisi
Aspirasi


Komposisi
Durasi
Sensasi
Reaksi
Orasi
Aksi


Halusinasi
Inspeksi
Anarki
Donasi


Seni

Minggu, 09 Januari 2011

Indonesiaku Kini


Indonesiaku Kini
Oleh: Ahmad Doni Meidianto



Bagaimana kabarmu saat ini, duhai Bumi Pertiwi?
Sehat sentosa, atau sengsara mencekam?
Dilema sedang berkeliling ke mana-mana
Menghantui setiap darah dan emosi yang ada
Itulah jawabannya!

Di luar sana sering terjadi bencana
Saudara sebangsa banyak yang binasa
Ada apa wahai Tuhan?
Apakah semua kini sudah gawat?
           
Disisi lain koruptor semakin menggila
Mempermainkan hukum layaknya sebuah  boneka
Begitu banyak yang termakan tipu daya
Tak sedikit yang terhasut dengan kehidupan dunia

Air mata mengalir deras
Mengalir dari saudara-saudara yang tertindas
Akibat kekuasaan orang gila yang semakin mengganas
Membuat hati ini kian memanas

Sungguh kasihan nasibmu kini, wahai Jamrud khatulistiwa
Saatnya menyalakan cahaya di tengah keburaman
Mencari secercah harapan di tengah kegalauan
Untuk membangun kembali Merah Putih yang cemerlang

Negeri ini sedang dilanda krisis
Krisis yang sepertinya sulit untuk dihilangkan
Tak ubahnya benalu yang melingkupi sumber pangan
Kemana perginya kejujuran?
Tak adakah yang melestarikan aset pemberian Yang Maha Kuasa ini?

Kini saatnya kita berbenah
Membangun kembali karunia yang sudah mulai punah
Jika bukan kita, maka siapa yang akan membentengi Nusantara?
Siapa yang akan membangun Indonesia?
Kita semua!

Rabu, 21 Juli 2010

Senandung Cinta

Senandung Cinta
Karya: doniahmad 



Hamparan lautan tak cukup untuk menampungmu
Luasnya daratan pun tak mampu membendungmu
Seolah mereka tunduk, takjub akan kedahsyatan yang kau timbulkan
Seakan ingin meledak, menghamburkan segala keagungan yang kau miliki
            Cinta, begitu mudah dilafalkan
            Pun tak sulit untuk diucapkan
            Namun sulit untuk membuktikan pengertian cinta
            Atau menunggu cinta mau membuka kedoknya?
Mengapa cinta terasa begitu rumit?
Adakah jalan singkat yang menjadikan cinta itu mudah?
Karena cinta  begitu memesona
 Menyilaukan mata setiap insan yang terseret ke dalamnya
            Tak jarang cinta berujung maut
            Tak sering cinta berujung kasih
            Membius semua makhluk yang tersengat gigitannya
            Menjadikan mereka seolah mementingkan panca indera
Adakah yang paham pengertian cinta secara mendasar?
Adakah yang mengerti cinta secara keseluruhan?
Cinta itu logika atau perasaan?
Jawablah sesuai keinginanmu!

Selasa, 01 Juni 2010

Kala Itu

Suara gemericik hujan kian menderu
Tak pelik seperti rentetan peluru memecah keheningan
Bagai gerusan air yang mempertipis rasa kantukku 
Ku raih sehelai kertas dari atas meja

Ku comot sebuah pena dari dalam laci
Aku pun menulis . . .


Satu kata, dua kata,
Otakku berpikir tajam
Giat mencari kata-kata yang pas saat itu
Hingga suatu ketika batinku terbersit kata 'BOSAN'
Aku pun bergejolak
Batinku berusaha melawan pengaruh darinya
Aku pun kembali menulis . . .


Mengapa aku berjuang menghindari pengaruh 'BOSAN'?
Bosan berarti kejenuhan
Bosan berarti kekalahan
Bosan sama seperti ranjau yang siap menghancurkanmu kapan saja
Sedikit kau terpengaruh, akan diseretnya menuju ambang pemberhentian


Tapi,

Ini hanya berlaku bagiku
Karena bosan sama seperti racun
Musuh dari hal yang kusuka
Yang cermat mengejar cita menyusun asa
Membangun mimpi mencari prestasi
Untuk menjadi seorang PENULIS sejati


Aku pun kembali menulis . . . 
Mencari celah agar rasa kantukku singgah
Karena kala itu waktu sudah sangat larut
Aku ingin istirahat
Sekadar ingin mengembalikan keaktifan otakku
Agar mampu bekerja maksimal di kemudian hari


Hingga tak terasa mataku menjadi berat
Badanku seakan tertindih
Aku pun meletakkan segalanya 
Kemudian beranjak merebahkan diri
Setelah do'a kupanjatkann, aku pun terlelap
Bersatu dengan simfoni, kala itu


Kamis, 27 Mei 2010

Koruptor Tak Tahu Diri

Koruptor Tak Tahu Diri
Karya: Aries Buana
SMA Plus Negeri 17 Palembang

Ucapan manis itu keluar dari mulutmu
Ucapan itu keluar, tapi keringat ini terus mengalir
Aliran itu membuat jutaan penonton ragu akan bantahanmu
Tak seorang pun menapik
Tak seorang pun membelamu
Tak seorang pun menangisimu
karena rakyat tahu apa maksud tetesan itu

                                    Ketika kau di dudukkan di kursi jabatan pertemuan
                                    Dihantam dengan beribu-ribu pertanyaan menusuk
                                    Dihujam dengan tuduhan yang terpuruk
                                    Disudutkan seakan kau yang terburuk
                                    Kau tetap gagah berkata, "Tidak! Aku bukan pelakunya".

Di sisi lain,
kertas bukti terpampang jelas
dengan tinta yang diperjelas
dengan sampul yang diperkeras
tapi, kau tetap bersikeras
"Aku bukan pelakunya"

                                               Suasana memanas
                                               Peserta pertemuan pun kian geram dan gemas
                                               Melihat kau berkelit selalu atas ucapanmu
                                               Tak hanya itu
                                               Rakyat pun bertindak tegas
                                               Meminta keadilan di atas pentas
                                               Meminta kau diberantas
                                               Bagai seekor kutu beras
                                               Yang pantas tuk digilas

    Kami mau sejahtera
    Karena kami rakyat yang setia
    Kami mau menuntut hak
    Karena kami berhak
    Tak gentar kami melawanmu
    Tak rela kami membiarkanmu
    Tertawa saat kami menderita
    Menari saat kami melirih
    Dengan segunung milik kami
    Yang kau kikis setiap hari
    Wahai koruptor tak tahu diri

Selasa, 15 Desember 2009

Air Mataku

Air Mataku

Setiap kubertemu denganmu
Tak kuasa hati ini menahan haru
Seolah mengambang tak menentu
Dan kemudian hilang ditelan sang waktu

Semua kini telah berbeda
Hatimu seolah membeku
Tak sanggup kubertanya
Ada apa gerangan dirimu?
Kau tak peduli dengan diriku
Seolah tidak menganggap diriku ada
Kau hanya menatap semu
Kuingin menjerit, kuingin menangis
Kuingin kau mengerti
Hatiku terluka, hatiku bersimbah air mata
Namun hanya pandangan fana yang kuterima
Dan kuhanya bisa menatap dirimu, dari kejauhan

Minggu, 13 Desember 2009

Kesenjangan

Kesenjangan
( oleh: doni )

Lelah hatiku kini
Mengejar mimpi yang fana
Menanti mimpi yang semu
Seolah tak kunjung menghampiri

Telah kugali ilmu
Telah kulahap materi
Demi tercapainya sebuah angan
Yang membakar gelora di hati

Tak henti aku mencoba
Dan tak lelah aku mencari
Namun kini semua mentah
Tertutup oleh kabut keraguan

Seolah sebuah pertanda
Mengisyaratkan untuk mengubur mimpiku dalam-dalam
Menguji batin seorang yang lemah
Mengapa semua orang berkata begitu?

Mungkin hanya semangat dan niatku yang mampu menjawabnya
Tetapi kapan?
Harapan tak kunjung singgah
Hanyalah angin lalu yang menghampiri