Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

If High School Is a Game


Judul                          : If High School Is a Game
Penulis                       : Cherie Carter-Scott
Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit            : 2004
Jumlah Halaman      : 176 halaman

1.       Seputar Buku dan Penulis
Penulis buku ini, yaitu Dr. Cherie Carter Scott, adalah pengarang terlaris versi New York Times, dari bukunya If Life Is a Game, These Are The Rules. Buku ini merupakan buku terjemahan dari buku aslinya yang berasal dari New York, Inggris. Judul buku ini mulanya adalah “IF HIGH SCHOOL IS A GAME. HERE’S HOW TO BREAK THE RULES. (A Cutting Edge Guide to Becoming Yourself)” dan diterbitkan oleh Linda Michels Limited, International Literaty Agents.
2.       Pembahasan
Buku ini berisi tentang sepuluh aturan bagi remaja agar mereka dapat menikmati masa remaja dengan mulus dan menyenangkan. Buku ini juga mengurutkan sepuluh kenyataan tentang hidup. Kita akan langsung merasakan kebenarannya setelah membaca buku ini. Selain itu disertakan pula contoh-contoh kisah yang berkaitan dengan pembahasan. Hal ini sungguh menarik. Pembaca akan mendapat kemudahan ‘’lebih’’ untuk memahami maksud dari suatu bab.
Warna cover buku ini dominan hijau. Entah dengan alasan apa penerbit memilih warna ini. Yang jelas, menurut saya tampilan cover dari kasat mata masih terlihat kurang menarik. Mengapa saya katakan kurang? Karena warna huruf-huruf pada judul hanya menggunakan warna hitam. Sebaiknya dipilih warna yang setidaknya dapat “mencolok” atau menyita perhatian calon pembaca sejenak. Namun secara garis besar tampilan fisik dari buku ini sudah sangat bagus. Jumlah halamannya juga tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu pendek. Judul yang digunakan juga menarik. Calon pembaca akan langsung tahu apa sih maksud buku ini. Oleh sebab itu, setelah melihat beberapa aspek secara keseluruhan, dapat saya katakan bahwa tampilan luar buku ini sanggup menyita pandangan orang-orang. Great job!
Kemudian dari segi isi, pembahasan yang ditampilkan telah memenuhi selera pembaca. Mengapa? Karena penggunaan jenis huruf tidak membuat mata pembaca pedih ketika berlama-lama membacanya. Selain itu, walaupun tak terlihat warna lain selain warna hitam dalam setiap halaman, gambar atau ilustrasi yang ditampilkan dianggap mampu mewakili warna dan maksud dari penulis. Penggunaan contoh-contoh kasus yang sangat komunikatif sangat membantu pembaca ketika membaca tiap bab. Kita seolah diajak untuk memosisikan diri ke dalam contoh kasus yang ada, dan memikirkan tindakan apa yang akan kita lakukan bila kita berada pada situasi tersebut.
3.       Saran
Buku ini sungguh bagus bagi kalangan remaja yang masih bingung dan canggung dalam menemukan jalan hidupnya. Mereka seolah dipandu oleh instruktur yang berpengalaman dalam “meluruskan” hal-hal yang berkaitan dengan masa remaja. Oleh karena itu, sudah sepantasnya remaja zaman sekarang mengetahui kiat-kiat dan masukan-masukan bagi mereka dalam menghadapi perubahan yang terjadi ketika masa remaja. Semoga buku-buku karangan Cherie selanjutnya dapat selalu memberikan manfaat dan sanggup membantu para remaja menemukan arah yang benar dalam proses hidupnya.

Kamis, 03 Juni 2010

Tuilet


Judul                        : Catatan Edward Culun Si Kucrut Korban Vampir      
Penulis                    : Oben Cedric
Penerbit                  : Gradien Mediatama
Tahun Terbit         : 2009
Jumlah Halaman  : 148 halaman
Kategori                 : Novel- Komedi

Edi Wardiman ( Edward), seorang yang menganggap dirinya pecundang, sampai-sampai teman dekatnya tega ngerjain dia. Panggilannya Edward Culun. Culun karena menurut teman-temannya dia ini culun punya alias cupu.

            Si Edward ini tinggal bersama ibunya yang merupakan maniak Teka-Teki Silang ( TTS ), yang telah bercerai dengan suaminya, disalah satu perumahan di daerah Jeruk Purut. Dia anak yang paling disayang oleh kedua orang tuanya namun si Edward menganggap telah terjadi ketidakadilan antara yang dialami Edward dengan kakak-kakaknya.

            Bermula dari kehidupannya yang selalu menganggap dirinya pecundang, dia bersahabat dengan seorang yang bernama Joko. Mereka berteman karena menganggap diri mereka berdua adalah pecundang. Namun mereka tetap bersemangat dalam hari-hari mereka yang penuh dengan tantangan, ejekan, dan cemoohan. Mereka berusaha untuk memberikan sesuatu yang bisa mereka capai kepada orang tuanya. Mereka merasa geram akibat mereka dianggap oleh orang tuanya tidak bisa apa-apa. Mereka jadi ingin membuktikan kepada orang tu maupun keluarganya bahwa mereka juga dapat berprestasi, meskipun itu merupakan hal yang sulit mereka lakukan.

            Suatu hari, si Joko mempunyai rencana buat mencari prestasi demi membanggakan orang tuanya. Dia kemudian menyodorkan selembar kertas kepada Edward yang isinya :

PENGUMUMAN
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
UNTUK SMA

Edward yang gak ngerti apa-apa lantas bertanya kepada Joko,”Buat apa lu nyodorin ini ke gue??”. “Kita harus ikut lomba ini. Baca nih. Lombanya bisa kelompok, minimal dua orang. Elo sama gue cukup,” jelas Joko. Edward yang emang gak ngerti apa-apa jelas menolak tawaran si Joko. Namun setelah dibujuk oleh Joko dengan alas an ingin membuktikan dirinya kepada orang tuanya, Edward pun bersedia membantu Joko untuk membuat penelitian itu. “Iya, deh,” si Edward yang emang gak tega demi sahabatnya. Kemudian mereka melakukan sebuah penelitian yang tentunya sangat aneh didaerah Taman Lawang.

Setelah mereka berdua berdandan layaknya bencong yang mangkal ditempat itu, mereka pun segera menuju ke Taman Lawang. Edward yang merasa was-was kemudian mengajak Joko untuk membatalkan penelitian mereka. Namun dengan entengnya Joko menelepon kenalan-yang pastinya bencong-yang menjadi bos ditempat tersebut. Setelah menelepon, Joko pun pergi meninggalkan Edward sendirian ditempat itu hingga dirinya terjaring razia yang dilakukan aparat setempat. Ternyata si Joko sengaja meninggalkan Edward ditempat tersebut demi menjalankan tugasnya agar bisa masuk ke sebuah kelompok di sekolah mereka yang diketuai oleh Rifan.  Anggota kelompok mereka tidak pernah lebih dari 9 orang. Oleh karena itu orang-orang disekitarnya menyebut mereka “9 Naga”.

Sebagai pemberitahuan, kelompok Rifan merupakan kelompok  yang memiliki reputasi yang menonjol di sekolah. Bukan karena prestasi mereka yang bertumpuk, namun karena anggota-anggotanya merupakan sekumpulan siswa yang cakep, tajir, sehingga cewek-cewek disekolah itu pun berlomba-lomba untuk mendapatkan salah satu dari kelompok itu. Begitupun juga dengan cowok-cowoknya. Mereka saling sikut dengan anak yang lain demi bisa bergabung dengan Rifan. Namun mereka tidak bisa sembarangan masuk, tentunya ada serangkaian tes yang disiapkan oleh mereka (seperti yang dilakukan Joko terhadap Edward) dan sebanding dengan apa yang ia dapatkan karena Rifan merupakan anak milyuner sehingga mereka akan mendapatkan fasilitas dan reputasi.

Suatu hari, ada seorang murid baru yang pindah ke sekolah Edward. Namanya Bella.  Ia pun memperkenalkan diri kepada teman-teman sekelas hingga guru pun menyuruh si Bella duduk di bangku yang tepat berada disebelahnya. Si Bella kemudian memperkenalkan diri kepada Edward dan ternyata rumah si Bella berada di daerah Kemang. Bella yang emang misterius itu akhirnya menceritakan tentang dirinya yang sebenarnya. Ternyata Bella adalah Vampir yang doyan makan jengkol, pete, dan sejenisnya sehingga kalangan vampire menyebut keluarga mereka keluarga vampire yang vegetarian.

            Setelah mereka bersahabat, Bella yang emang berbeda antara makanan dengan penampilannya memberitahukan tentang penyebaran virus vampir. Vampir kan biasanya menggigit leher mangsanya kemudian menghisap darahnya hingga korban kehabisan darah. Namun sebagai vampire vegetarian persebaran virus mereka dapat melalui liur ataupun keringat. Bella yang merasa khilaf saat meminum jus jengkol yang dibuatkan mamanya Edward hingga berkeringat secara tidak sadar tetesan keringatnya jatuh di tangan Edward yang menyebabkan Edward menjadi vampire juga. Sejak itu, perjalanan Edward sebagai vampir pun dimulai.

            “Selamat ulang tahun, Ed!” ucap Joko kepada Edward di depan kelas. Padahal Edward ulang tahunnya 3 bulan lagi. Namun belum selesai ia berpikir, Edward udah dilemparin telor-telor busuk disusul aci dan aneka benda bau busuk yang dilempar seluruh isi kelasnya. Ada tomat busuk, papaya busuk, terong busuk, dan semacamnya. “Cukup! Aku bukan ulang tahun hari ini. Ulang tahunku masih 3 bulan lagi.”. Kemudian semuanya kompak berhenti setelah dikomando Joko. Mereka semua pun meninggalkan Edward seorang diri. Edward yang berlumuran bahan-bahan busuk kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Edward yang kebingungan karena tidak membawa baju salinan menemukan satu set pakaian yang diletakkan di wastafel toilet itu.

            Salin pakai baju ini.

Dia menemukan secarik kertas di tembok kamar mandi, kemudian segera memakai pakaian tersebut.

            Malamnya, Edward bercerita tentang kisah malang yang dialaminya kepada Bella. Setelah Edward bercerita panjang lebar, dia memutuskan untuk bunuh diri dengan meloncat dari balkon kamarnya. Namun Bella menghalangi niatnnya itu dengan menarik baju Edward. Edward yang memang sudah curiga dengan asal-usul Bella lantas menanyakan apa yang menjadi pikirannya selama ini. Kemudian ia menanyakan hal itu bersama Bella. Namun Bella yang takut asal-usulnya diketahui orang lain menolak memberitahu jati diri yang sebenarnya. Setelah dipaksa oleh Edward, Bella pun bersedia menjawab pertanyaan tersebut. “Gue ini Vampir.” Ucap Bella. Edward yang terkejut pun berkata, ”Apa?! Lo siluman Tapir??”. “Bukan! Gue ini Vampir, V-A-M-P-I-R.”. Setelah Bella menceritakan semua asal-usul mengenai dirinya, mereka pun merasa semakin dekat. Perjalanan Edward sebagai seorang vampire pun dimulai.

            Edward yang kebingungan karena bangun telat trus dibangunin pake air bekas cucian beras langsung bergegas menuju ke sekolah. Namun ia merasakan kejannggalan dalam dirinya semenjak menjadi vampire. Biasanya waktu yang dibutuhkannya untuk berlari menuju halte Kopaja adalah 3 menit. Ditambah jarak yang jauh untuk kesekolah. Namun mulai hari itu, ia berlari kesekolah hanya dalam waktu 1 menit!.

            Kemudian setelah mereka saling bertukar informasi mengenai vampire, Bella pun mengajak Edward datang kerumahanya akhir pekan. Sampai dirumah yang besar dan mentereng, Bella pun mengajak Edward untuk masuk kerumah tersebut. Saat pintu rumah dibuka, muncul empat anggota keluarga yang lainnya. Om Henry yang Edward kenal sebagai dokter ketika ia sakit. Tante Lana yang tidak lain adalah istri dari Om Hendry. Kemudian ada Leonardo dan Dicaprio yang merupakan adik si Bella. Leonardo memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu, sedangkan Caprio memiliki kemampuan berubah bentuk. Tante Lana bisa menghipnotis dan Om Henry dapat menyembuhkan manusia, terakhir Bella yang dapat membaca pikiran bergantian menceritakan pengalaman mereka akhir-akhir ini selama menjadi vampir. Setelah acara yang diwarnai dengan pesta jus jengkol itu selesai, Bella dan Edward pun segera pulang ke rumah masing-masing. Diperjalanan, Bella menceritakan bahwa apabila malam bulan purnama, sekumpulan Werewolf berburu untuk memangsa para vampire, terutama vampire muda seperti Edward.

            Sesampainya dirumah, ketika Edward yang berusaha menghilangkan ketakutannya dengan bermain game, mendadak diserang oleh seekoor werewolf, namun ditolong oleh mamanya. Setelah kejadian itu, Edward semakin waspada karena bahaya selalu mengincar, terutama dari kawanan werewolf.

            Ternyata, setelah dijelaskan oleh Bella dan keluarganya, segerombol werewolf memang doyan vampire-vampir muda seperti Edward. Jadi Edward harus hati-hati.

            Suatu hari, bertemulah Edward dengan salah satu kenalannya saat masih menjadi model iklan. Mereka janjian bertemu di suatu tempat. Namun ternyata cewek kenalannya itu vampire juga, tapi tidak vegetarian seperti Edward dan lainnya.  Akhirnya terjadilah pertempuran antara Edward dan cewek tersebut. Bella pun yang bisa membaca pikiran cewek tersebut dan mengikuti mereka berdua langsung menyelamatkan Edward. Akhirnya cewek itu pun kabur.

            Singkat cerita, Edward menginginkan dirinya kembali menjadi manusia. Setelah dijelaskan oleh Bella syarat-syarat untuk kembali menjadi manusia, Edward yang tekadnya udah bulat itu pun lantas mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.

            Setelah Edward kembali menjadi manusia, si Bella dan keluarganya pun menghilang pergi entah kemana dan berjanji kepada Edward mereka tidak akan kembali lagi.


Rabu, 02 Juni 2010

The Girls Of Riyadh


Judul             : The Girls Of Riyadh
Penulis          : Rajaa Al Sanea
Penerbit        : Ufuk Press
Kota Terbit   : Jakarta
Tahun Terbit : 2008
Halaman       : 408 halaman
 ...........................................................................................................
Oleh             : Rizky Putri Pratiwi
                      SMA Plus Negeri 17 Palembang
............................................................................................................
Semuanya berawal dari surat elektronik (e-mail) yang dikirim seorang perempuan misterius. Setiap Jumat siang, e-mail yang terkirim menjadi magnet yang mampu menarik perhatian masyarakat di pclosok negeri. Hampir setiap minggu, penulis misterius itu mengunjungi para pembaca dengan perkembangan terbaru dari setiap peristiwa. Sabtu pagi, fenomena ini telah mengubah kantor-kantor pemerintah, aula perguruan tinggi, teras rumah sakit, dan kelas di sekolah menjadi ruang diskusi tentang e-mail terakhir.

Meskipun sang penulis (awalnya) menyembunyikan identitas, pada akhirnya ia membuka diri. Nama tokoh dalam cerita itu ditulis dengan gamblang. Semua tabir yang selama ini tertutup, dirahasiakan, dan sulit dibicarakan, dia bongkar. Dia kisahkan dengan apik pelanggaran semua tradisi Arab Saudi yang terkenal keras dengan
adat istiadatnya.

Maka, terkuaklah kisah kehidupan empat sahabat yang semi-eksklusif di tengah pergaulan masyarakat Arab: Qamrael-Qashmany, Shedimd-Harimly, Lumeis Jadawy, dan Michelle -Abdul Rahman. Kisah yang diungkap Rajaa bukan rekaan, melainkan kisah kehidupan nyata pribadi empat sahabatnya.

Pernikahan Qamra bukan menjadi jaminan hidupnya akan bahagia. Usai menikah, ia bersama sang suami hijrah ke Amerika. Bukan bahagia yang ia peroleh, malah nestapa yang didapat
. Tanpa sengaja, ia mengetahui sang suami memiliki affair dengan. perempuan Jepang. Perempuan yang selama ini menjadi "bank" selama sang suami hidup di tanah orang. Sakit hatinya diungkapkan kepada sang suami. Tapi, apa yang ia dapat  Malah tamparan berulang kali di wajahnya. Ia lantas memilih kembali ke orangtua dengan harapan sang suami meminta maaf dan memintanya kembali. Berbulan menunggu, ia hanya mendapat surat cerai pada saat hamil.

Lain lagi kisah Shedim. Perem­puan ini memilih menyerahkan keperawanannya kepada sang tunangan. la berkeyakinan, tidak akan mendapatkan kepuasan dan persetujuan pasangan bila tidak m
empersembahkan diri seutuhnya. Keputusan Shedim memang tergolong kontroversial. Mengingat, budaya Arab mengharamkan tindakan semacam itu. Jangankan herhubungan intim di luar nikah, berduaan dengan non-muhrim di tempat umum saja, bila tertangkap basah, harus "menginap" di hotel prodeo.
Sial, hubungan kasih Shedim putus. Berbagai pertanyaan pun bergelayut di kepalanya. Apakah menyerahkan diri seutuhnya sebelum menikah merupakan kesalahan dan dosa? Apakah yang terjadi pada malam itu adalah kesalahan? Pertanyaan demi pertanyaan ini hanya berputar di otaknya.

Sementara itu, Lumeis adalah perempuan yang pandai meramal melalui kartu. Kisah cintanya tergolong sederhana dibandingkan dengan sahabatnya. Ia menemukan cinta sejati pada seorang pria yang tak disangka-sangka sebelumnya.

Sedangkan Michelle menemukan perbedaan budaya dalam hubungan cinta, Darah Amerika (dari sang ibu) membuat kisah cintanya tak mulus.

KOMENTAR
Buku ini mengungkapkan betapa sebetulnya tradisi di Arab itu sangat ketat. Perceraian adalah dosa besar bagi perempuan yang diceraikan. Seorang pria Arab harus menuruti semua kemauan keluarga, tcrmasuk menentukan dengan siapa akan menikah.
Masuk ke Arab pun berarti harus menanggalkan "pakaian luar negeri" dan mengenakan baju khusus Arab. Jadi, jangan heran, di setiap toilet bandar udara Arab Saudi terdapat antrean panjang penumpang yang hendak berganti baju. Ya, untuk mcnjalankan tradisi Arab
.
Namun buku yang telah terjual di 25 negara ini mcngungkap dengan gamblang pelanggaran demi pelanggaran atas tradisi itu. Versi asli buku ini diluncurkan dalam bahasa Arab pada 2005. Tak lama setelah itu, buku ini dilarang beredar di Arab Saudi karena isinya yang menghebohkan. Tapi buku ini beredar di pasar-pasar gelap Saudi.