Kamis, 08 Juli 2010

Home Stay SMA Plus Negeri 17 Palembang (3/3)

Akhirnya tiba juga di cerita Home Stay edisi ketiga. Alhamdulillah

Di hari ketiga, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk orang tua angkat. Karena hari itu jadwal kegiatan kami adalah kerja bakti dan hiburan. Kami mungkin ada yang sedih menyambut datangnya hari ketiga, sekaligus hari terakhir kami berada di desa tersebut. Kami telah mengambil banyak pelajaran bermakna dari desa itu, dan semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami kelak. Amin

Hari itu, kami semua (kelompok 1) bangun pagi pukul 05.00 WIB. Para calon peserta didik langsung bergegs untuk mandi dan sarapan. Karena pada pukul 07.00 TENG!, kami sudah harus berada di lapangan SD Negeri Tanjung Kerang untuk mengikuti apel pagi. Seusai persiapan dan sebagainya, kami semua langsung menuju lapangan. Pada apel pagi itu, kami mendapat pengarahan dari guru pembina bahwa pada hari itu kami akan melaksanakan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal orang tua angkat. Apel pun selesai jam 07.454 WIB. Kami pun segera beranjak kembali ke rumah masing-masing.

Kami langsung membantu Bu Masnon dan Pak Bustomi untuk membersihkan lingkungan sekitar. Pada kesempatan kali ini, yang menjadi bahan penilaian adalah keaktifan dan inisiatif peserta untuk bersosialisasi dan bertindak secara cepat. Ternyata tindakan mereka rata-rata berkategori baik. Ada yang membersihkan kaca, menyapu lantai, mengepel ruangan, memungut dan mengumpulkan sampah. Ternyata, di desa itu sampah tidak dikumpulkan di suatu tempat (tidak di TPS ataupun TPA). Sampah-sampah dibakar, kemudian abu dan sisa-sisanya dibuang ke sungai. Ckckck! Pantas sungai mereka keruh dan berwarna gelap.

Selesai kerja bakti, kami semua bersiap-siap untuk menuju pelataran. Karena di sana akan diadakan acara semacam hiburan bagi peserta Home Stay meupun penduduk setempat. Kami pun segera mengambil tempat setibanya di pelataran. Acara dibuka dengan lantunan lagu dangdut yang dibawakan oleh Pak Udni, salah satu guru pendamping Home Stay (dan guru Matematika). Beliau menyanyikan lagu yang mungkin terdengar agak asing di telinga kami. Tapi beliau tetap bergembira dan kami pun larut dalam kegembiraan bersama-sama.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, menandakan bahwa acara hibura telah usai dan peserta diharapkan kembali ke rumah masing-masing untuk berkemas kembali ke Palembang. Kami melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu di masjid, kemudian kami makan siang bersama orang tua angkat. Sembari berkemas, kami menyempatkan waktu untuk memberikan kenang-kenangan kepada Bu Masnon dan Pak Bustomi. Mereka sangat senang dan bangga kepada kami semua (Semoga lain waktu bisa bertemu kembali. Amin). Kami juga menyempatkan berfoto bersama dengan mereka, untuk dijadikan kenang-kenangan yang sulit untuk dilupakan. Akhirnya, setelah kami berpamitan, kami segera kembali menuju lapangan untuk kemudian berangkat kembali menuju Kota Palembang tercinta.
Itulah sepenggal kisah kami selama mengikuti kegiatan Home Stay yang dilaksanakan oleh SMA Plus Negeri 17 Palembang, bekerja sama dengan Desa Tanjung Kerang dan Poltabes Palembang. Semoga cerita ini bermanfaat dan mengandung nilai-nilai pengetahuan untuk kita semua. Amin. 
Demikian cerita ini saya akhiri, apabila ada salah kata dan salah tulis, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah swt.

Sekian

Selasa, 06 Juli 2010

Home Stay SMA Plus Negeri 17 Palembang (2/3)

Baiklah, mari kita beranjak ke hari kedua pada kegiatan Home Stay.

Pada hari kedua, tiap peserta didik yang telah tergabung dalam kelompok orang tua angkat akan mengikuti rutinitas keseharian orang tua angkatnya tersebut. Ada yang pergi ke kebun, ada yang membersihkan rumah, dan ada yangmembuat lapangan sepakbola! Semuanya dilakukan untuk melatih rasa tenggang rasa dan kepedulian calon peserta didik terhadap kehidupan di lingkungan yang berbeda dari biasanya. Mereka juga dilatih untuk mampu bersosialisasi dan berinteraksi dengan penduduk setempat secara cepat dan tanggap. Semoga tujuan jangka panjang ini akan bermanfaat bagi mereka.

Pak Bustomi, ayah angkat kami di kelompok 1, kebetulan sedang tidak bekerja hari itu. Rencananya kami semua mau diajak berkeliling sawah oleh Pak Bustomi, namun karena sawahnya terletak diseberang sungai dan mempertimbangkan alasan keamanan, niat itu terpaksa kami urungkan. Sebagai gantinya, peserta didik yang mendapat tugas untuk melakukan sebuah penelitian dengan tema yang telah ditentukan diperbolehkan untuk segera mencari data-data. Mereka harus berkeliling mencari data yang berhubungan dengan tema penelitian yang telah dibagikan (kelompok saya mendapat tema "Education").

Seusai dari membersihkan lingkungan sekitar rumah, kami segera berkeliling mencari hal-hal yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Ada yang mencatat rutinitas penduduk setempat, dan ada yang rela berjalan jauh hanya untuk mewawancarai seorang guru SD. Wah, bagu tuh! Waktu untuk mengikuti rutinitas orang tua adalah antara pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Pada pukul 14.00 WIB, semua calon peserta didik menuju ke pelataran desa untuk mengikuti acara pemberian sembako dari atas nama SMA Plus Negeri 17 Palembang kepada warga Desa Tanjung Kerang. Acara dimulai pukul 14.10 WIB yang langsung dibuka oleh Perwakilan Kecamatan Desa Tanjung Kerang. Acara berlangsung khidmat dan haru. Warga Desa Tanjung Kerang mengucapkan banyak terima kasih kepada SMA Plus Negeri 17 Palembang karena mereka dianggap telah memperdulikan masyarakat desa. "Terima kasih kepada seluruh warga SMA 17, karena telah memperhatikan kami, warga Desa Tanjung Kerang dengan memberikan bantuan-bantuan dan sumbangan-sumbangan berupa sembako dan uang," tutur Bapak Heri selaku perwakilan Camat Desa Tanjung Kerang.

Selesai acara berlangsung, seluruh calon peserta didik dipersilahkan untuk melaksanakan kegiatan pribadi, seperti mandai dan sebagainya. Setelah sholat maghrib dan makan malam bersama di kediaman masing-masing, para peserta Home Stay segera menuju masjid untuk mengikuti tadarusan yang akan dipimpin langsung oleh Ustadz Heriyanto. Kegiatan ini pun berlangsung khidmat dan khusuk. Setelah berdo'a bersama dan ada beberapa pengarahan dari guru-guru pembina, kami semua kembali ke rumah masing-masing untuk segera beristirahat.

Begitulah kisah kami pada hari kedua. Nantikan kegiatan-kegiatan kami di hari ketiga pada posting selanjutnya.
Terima kasih!

Minggu, 04 Juli 2010

Home Stay SMA Plus Negeri 17 Palembang (1/3)

Alhamdulillah, salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh SMA Plus Negeri 17 Palembang, yaitu Home Stay, telah usai. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam, bertempat di Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Rambuta, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. SMA Plus Negeri 17 Palembang telah bekerja sama dengan pihak Desa Tanjung Kerang (setelah diadakan seleksi) dan Poltabes setempat dalam mendidik calon peserta didik angkatan 14, dengan memberikan 'contoh' kehidupan di desa tersebut. Desa Tanjung Kerang tergolong sebagai daerah perairan. Desa ini dikelilingi oleh berbagai anak sungai yang datang dari berbagai penjuru. Bahkan, salah satu tempat di sungai terbentuk sebuah pusaran air yang konon kabarnya telah menelan banyak korban jiwa.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk fisik dan mental calon peserta didik dalam bersosialisasi dan mengenal lebih jauh kehidupan yang memiliki standar di bawah 'orang kota'. Jadi dalam kegiatan ini, calon peserta didik akan dibagi menjadi 35 (tiga puluh lima) kelompok, yang nantinya akan disebar ke berbagai rumah orang tua angkat yang gaya kehidupannya berbeda-beda. Disini mereka dituntut untuk cepat beradaptasi dan ramah terhadap suasana 'baru' yang mungkin baru pertama kali mereka rasakan. "Disini kalianlah yang harus aktif. Pelajarilah hal-hal positif yang bisa kalian dapatkan dalam kegiatan ini, karena kita semua yakin bahwa nantinya pelajaran itu akan berguna untuk masa yang akan datang", tutur Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang, yaitu Bapak Drs. H. Syaiful Bahri dalam apel keberangkatan calon peserta didik menuju lokasi Home Stay.

Beliau juga mengatakan bahwa desa yang telah dipilih adalah desa yang telah memenuhi standar. Jadi mereka tinggal menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, dan selalu dinasihati untuk tetap menjaga keamanan masing-masing. Seluruh calon peserta didik beserta panitia dan penanggung jawab berangkat serempak pukul 13.45 WIB dengan menggunakan kendaraan bus carteran. Alhamdulillah kami semua tiba di lokasi tepat pukul 15.45 WIB (lebih kurang 2 jam perjalanan). Begitu tiba di lokasi, kami semua berkumpul di sebuah tempat yang kemudian diketahui adalah tempat pasar mingguan. Kami semua bersiap-siap untuk acara pembukaan yang akan dibuka oleh Kepala Desa Tanjung Kerang, Bapak Safruddin M. Pd, dan dari pihak SMA Plus Negeri 17 Palembang.

Acara Penerimaan Peserta Home Stay dimulai pukul 17.00 WIB, dan berakhir pukul 17.30 waktu setempat. Acara diisi oleh berbagai kata sambutan dan ucapan selamat datang, salah satunya adalah dari Bapak Kepala Desa Tanjung Kerang. "Kami mohon maaf apabila desa kami ini kehidupannya mungkin berbeda dari kehidupan adek-adek di kota sebelumnya. Tapi jangan jadikan hal ini sebagai beban, jadikanlah kegiatan ini sebagai motivasi kalian menuju cita-cita di masa yang akan datang. Perjalanan kalian masih panjang," terangnya saat beliau menyampaikan kata sambutan. Setelah acara penerimaan selesai, seluruh calon peserta didik yang telah dibagi kemudian diserahkan kepada orang tua angkat masing-masing. Saya termasuk ke dalam kelompok 1, bertindak sebagai kakak pendamping. Nama orang tua angkat kami adalah Bapak Bustomi dan Ibu Masnon. Pak Bustomi adalah kepala dusun Tanjung Kerang.

Kegiatan selanjutnya adalah keperluan pribadi peserta Home Stay. Mereka diperkenankan untuk beristirahat sejenak, melaksanakan sholat Ashar, ataupun membersihkan diri. Setelah itu, mereka diwajibkan untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Sepulang dari sholat, peserta Home Stay disuguhkan oleh jamuan makan malam pertama oleh orang tua angkat. Makanannya tergolong lezat. Ada sukun, pindang ikan gabus, dan sebagainya.

Setelah selesai mengisi energi, seluruh peserta Home Stay menuju ke Masjid Fissabilillah, yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Kegiatan malam itu adalah mendengarkan ceramah agama yang akan disampaikan langsung oleh Bapak Kepala Desa, Bapak Safruddin M. Pd. Ceramah yang disampaikan tergolong baik, dan sesuai dengan keadaan para peserta Home Stay waktu itu. Yaitu seputar tujuan mereka bersekolah dan menuntut ilmu di SMA Plus Negeri 17 Palembang. "Apa tujuan kalian kesini? Apa tujuan adik-adik masuk SMA Negeri 17?  Jangan sia-siakan kesempatan emas yang telah datang berkunjung menemui kalian. Ketahuilah bahwa kalian adalah orang-orang terpilih yang telah berhasil diterima masuk ke SMA Negeri 17 Palembang," tuturnya saat memberikan ceramah.
Kegiatan di masjid selesai pukul 20.50 WIB, dan seluruh peserta Home Stay diperkenankan untuk kembali ke rumah orang tua angkat masing-masing. Mereka dilarang untuk berkeliaran, karena alasan keamanan.

Itulah cerita singkat mengenai kegiatan-kegiatan kami di hari pertama dalam mengikuti kegiatan Home Stay ini. Masih penasaran dengan cerita selanjutnya? Nantikan di posting selanjutnya. Terima kasih.