Minggu, 11 Juli 2010

Isra' Mi'raj 2010 M


          Alhamdulillah, hari dimana jatuhnya Isra’ Mi’raj telah tiba, yaitu tepat pada tanggal 10 Juli 2010. Alhamdulillah pula kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan momen penting bagi sejarah perjalanan umat Islam di dunia. Umm, emang Isra’ Mi’raj itu apaan sih?? Kapan ya Isra’ Mi’raj itu terjadi?? Pada liputan kali ini, kita mengajak narasumber untuk membahas seputar Isra’ Mi’raj, yaitu Ustadz Heriyanto. Beliau adalah ustadz yang biasanya memberikan ceramah dan ilmu ajaran Agama Islam, terkhusus di sekolah-sekolah tertentu di Kota Palembang.     
            “Secara harfiah, Isra’ berarti perjalanan, sedangkan Mi’raj adalah kenaikan,” tutur Ustadz Heriyanto membuka pembicaraan. Isra’ Mi’raj merupakan dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. dari Kota Makkah Al-Mukkaromah menuju Kota Madinah Al-Munawwaroh dalam waktu satu malam saja, karena beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Peristiwa ini adalah peristiwa penting bagi umat Islam.
            . Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa yang berbeda. “Dan secara istilah, Isra’ adalah peristiwa dimana Nabi Muhammad saw. “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Sedangkan dalam Mi’raj Nabi Muhammad saw. dinaikkan ke langit sampat  ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Disana Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT. untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam,” sambung beliau. Isra’ Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M, atau terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian
            Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih. Momentum Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina kemudian naik ke Sidratul Muntaha adalah peristiwa yang sangat fenomenal dalam sejarah umat Islam. Mengapa demikian? Karena dari peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW memperoleh perintah ibadah wajib, yakni sholat lima waktu yang langsung dari Allah SWT.
“Inti dari Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa dimana Nabi Muhammad Saw. mendapat perintah untuk melaksanakan ibadah wajib, yaitu sholat,” beliau menambahkan. Dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam). Malaikat Jibril secara langsung menyampaikan perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw., seperti yang terdapat di dalam surah An-Najm : 13 – 18, “Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar,”.
                “Pesan saya, karena Isra’ Mi’raj sering diadakan acara seperti tahun-tahun sebelumnya, sebaiknya makna yang terkandung itulah yang kita ambil, bukan acara  peringatannya. Efek yang diharapkan dari umat Islam ketika memperingati Isra’ Mi’raj adalah mereka harus lebih meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas sholat lima waktunya. Sebagusnya umat Islam melaksanakan sholat lima waktu itu secara rutin dan istiqomah. Jangan lalai dan dilupakan. Karena semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Sholat itu sendiri menjadi tolak ukur amal dari seluruh umat Islam. Dan yang pertama kali ditanya ketika tiba di alam kubur adalah sholat,” tutupnya mengakhiri pembicaraan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar