Jumat, 11 Desember 2009

Alasan Saya Tertarik Menulis

Sebenarnya saya sehari-hari hidup seperti biasa. Hal yang paling menonjol dari kegiatan saya hanyalah pusing, pusing, dan pusing. Tapi semuanya berubah setelah membaca sebuah buku di perpustakaan sekolah saat sedang iseng mencari bahan untuk penelitian.

Waktu itu waktu untuk istirahat bagi seluruh warga sekolah. Saya hanya iseng-iseng pergi ke perpustakaan karena ingin mencari buku sumber untuk BUGEMM saya. Ketika saya mencari buku-buku yang berhubungan dengan tema penelitian saya, saya melirik sebuah buku tulisan Pak Bambang Trim yang bertemakan tentang mimpi menjadi penulis. Saya kemudian meminjam buku itu untuk mengetahui apa saja isi buku tersebut.

Ketika buku itu saya buka dan saya baca di rumah, seakan seluruh gagasan ataupun perasaan yang selama ini mandek di kepala saya terpecah, meluap-luap tak terkira. Saya begitu menggebu-gebu untuk membaca buku itu. Seolah seluruh kepala saya diberitahukan sesuatu, dibisikkan sesuatu, yang membuat saya saat itu merinding. Semua bulu kuduk saya berdiri, tak tahu apa penyebabnya.

Sejak membaca buku itu, saya semakin giat ke perpustakaan untuk mencari buku-buku yanng bersangkutan. Sampai posting ini diterbitkan, saya telah membaca lebih dari 20 buku yang berkaitan tentang menulis. Mulai dari karya Pak Arswendo, Pak Pracoyol, Gola Gong, dan lainnya. Tentu baru 20 buku untuk satu tema bukanlah hal yang cukup. Saya tetap merasa masih hijau, karena saya baru terjun ke dunia tulis-menulis kira-kira 5 bulan yang lalu.

Saya mulai menulis dari hal yang sederhana. Saya memilih jenis cerpen untuk tulisan pertama saya. Cerpen itu telah saya ikutkan ke salah satu lomba. Saya juga telah menulis beberapa cerpen ringan, yang dikhususkan bagi pembaca anak-anak. Sampai sekarang, saya telah mengirim cerpen-cerpen saya ke beberapa majalah dan koran setempat, namun hasilnya nihil. hehe

Namun karena hal inilah, saya semakin termotivasi untuk terus menulis. Terbukti, 2 naskah novel final telah saya buat, namun belum saya serahkan ke penerbit karena masalah waktu. Saya memang sekolah di salah satu sekolah favorit di Palembang. Pulangnya saja jam 4 sore, sehingga saya tidak sempat untuk mengunjungi atau menghubungi penerbit dan redaksi.

Sekilas mengenai asal mula saya mencintai tulis-menulis, semoga bermanfaat bagi kita semua!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar